Definisi Green Architechture ( Arsitektur Hijau )

Posted on

Definisi green architecture (arsitektur hijau) adalah sebuah kesadaran lingkungan arsitektur yang tidak hanya memasukkan aspek utama arsitektur (kuat,fungsi, nyaman, rendah biaya, estetika), namun juga memasukkan aspek lingkungan dari sebuah green buildings yaitu efisiensi energi, konsep keberlanjutan dan pendekatan secara holistic terhadap lingkungan.

Green architecture memiliki pengertian sebagai sebuah istilah yang menggambarkan tentang ekonomi, hemat energi, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan menjadi pembangunan berkesinambungan.

Green architecture mencakup keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Arsitektur hijau mengandung juga dimensi lain seperti waktu,lingkungan alam, sosio-kultural, ruang, serta teknik bangunan.Green architecture (arsitektur hijau) juga didefinisikan sebagai arsitektur yang berwawasan lingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang konservasi lingkungan global alami dengan penekanan pada efisiensi energi (energy-efficient), pola berkelanjutan (sustainable) dan pendekatan holistik (holistic approach). Bertitik tolak dari pemikiran disain ekologi yang menekankan pada saling ketergantungan (interdependencies) dan keterkaitan (interconnectedness) antara semua sistim (artifisial maupun natural) dengan lingkungan lokalnya dan biosfeer. Credo form follows energy diperluas menjadi form follows environment yang berdasarkan pada prinsip recycle,reuse, reconfigure.

Konsep Green architecture yaitu suatu konsep perancangan untuk menghasilkan suatu lingkungan binaan ( green building ) yang dibangun serta berjalan secara lestari atau berkelanjutan. Berkelanjutan merupakan suatu kondisi dimana unsur-unsur yang terlibat selama proses pemanfaatan suatu sistem sebagian besar dapat berfungsi sendiri, sedikit mengalami penggantian atau tidak menyebabkan sumber lain berkurang jumlah serta kualitasnya.

Ada 6 (enam) aspek yang menjadi pedoman dalam evaluasi penilaian Green Building

  • Tepat Guna Lahan (Approtiate Site Development / ASD)
  • Efisiensi dan Konservasi Energi (Energy Efficiency & Conservation / EEC)
  • Konservasi Air (Water Conservation / WAC)
  • Sumber dan Siklus Material (Material Resource and Cycle / MRC)
  • Kualitas Udara & Kenyamanan Ruang (Indoor Air Health and Comfort / IHC)
  • Manajemen Lingkungan Bangunan (Building and Environment Management / BEM)

Semoga Bermanfaat 😀

Arieffa

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>B88<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<