Salah satu tujuan dari pembuatan Rencana Anggaran Biaya atau lebih dikenal dengan istilah RAB adalah untuk mengetahui harga bagian atau item suatu pekerjaan sebagai pedoman untuk mengeluarkan biaya-biaya dalam masa pelaksanaan pembangunan. Selain itu, tujuan lainnya adalah agar bangunan yang akan didirikan dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien sesuai dengan perencanaan. Efektif dan efisien disini dimaksudkan untuk memungkinkan kita mendirikan bangunan dengan perhitungan biaya yang tepat dan ekonomis, namun bangunan yang dihasilkan tetap berkualitas sesuai dengan standart yang berlaku pada saat itu. Sedangkan fungsi dari RAB adalah sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan sebagai alat pengontrol pelaksanaan pekerjaan, hal tersebut dikarenakan melalui RAB inilah kita bisa memperhitungkan dan mengetahui secara pasti berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan sesuai dengan permintaan klien.

 

Lantas, langkah-langkah apa yang harus diperhatikan dalam pembuatan RAB?

 

Idealnya dalam pembuatan RAB, ada beberapa langkah-langkah yang harus ada dalam pembuatan RAB, salah satunya adalah rincian-rincian yang dimasukkan ke dalam tabel. Namun rincian ini pun tak harus Anda masukkan semuanya ke dalam RAB, tergantung dari jenis perhitungan yang sesuai dengan proyek Anda.

 

Berikut langkah-langkah untuk menghitung RAB:

  • Uraian pekerjaan biasanya selalu dibagi berdasarkan dengan jenis pekerjaan. Contohnya adalah: pekerjaan persiapan, galian, dan urugan dan pekerjaan pondasi beton. Setiap bagian uraian pekerjaan ini memiliki rincian pekerjaan lainnya yang lebih detail.
  • Volume pekerjaan yang memiliki arti satuan yang digunakan untuk pengukuran suatu objek. Volume pekerjaan umumnya dapat dihitung dalam satuan meter persegi (m2), meter kubik (m3), titik, atau unit.
  • Satuan unit dari pekerjaan atau bahan bangunan. Contoh: m1, m2, m3, unit, atau titik.
  • Harga satuan pekerjaan yang dapat dipisah menjadi dua bagian, harga jasa atau harga jasa berikut materialnya. Setelah mengetahui volume pekerjaan, Anda tinggal mengalikannya dengan harga satuan pekerjaan.
  • Total upah pekerja yang didapatkan dari biaya per jam x estimasi waktu pekerjaan x total pekerja.
  • Total material bahan bangunan yang akan digunakan.
  • Total atau jumlah harga yang didapatkan dari penjumlahan total upah dengan total material atau perkalian volume dengan total upah

 

Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, akan kecil kemungkinan adanya kesalahan ataupun terjadinya pembengkakan biaya dikarenakan pembelian bahan bangunan yang tidak sesuai dengan volume pekerjaan, upah pekerja yang tidak terkontrol, pengadaan peralatan yang tidak tepat, dan berbagai dampak negatif lainnya.

 

DEFINISI RAB

gallery/kembali-ke-jasa-rab