Sebelum membuat SPK, kedua belah pihak diminta untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan. Persiapan tersebut meliputi beberapa hal, dan dalam hal ini si pemilik rumah / pemberi tugas diasumsikan sebagai Pihak Pertama, sedangkan si kontraktor sebagai Pihak Kedua.

 

PIHAK PERTAMA (Pemilik Rumah / Pemberi Tugas)

  • Menyiapkan surat-surat kelengkapan seperti : IMB, Ijin pelaksanaan proyek dari RT setempat, dll

  • Memahami prosedur pembangunan rumah yang sudah diberitahukan Pihak Kedua

  • Menyiapkan gambar kerja lengkap dari Arsitek, yang nantinya digunakan olh Pihak Kedua sbagai acuan

  • Penyediaan dana berdasarkan perhitungan RAB yang sudah dipertimbangkan dan disetujui sebelumnya

  • Menyetujui alokasi waktu yang sudah ditentukan oleh Pihak Kedua

  • Bersedia terikat secara hukum lewat undang-undang perdata dan asas perjanjian yang berlaku di Negara Republik Indonesia

 

PIHAK KEDUA (Kontraktor)

  • Memberi penjelasan sedetail-detailnya dan secara terperinci pada Pihak Pertama mengenai prosedur pembangunan rumah meliputi lingkup kerja, nilai pekerjaan, dan batasan waktu pelaksanaan

  • Memahami dan menyetujui gambar kerja yang dibuat oleh Arsitek berdasarkan arahan Pihak Pertama

  • Menyiapkan jadwal pelaksanaan yang jelas dan sudah disetujui oleh Pihak Pertama

  • Menyiapkan draft SPK yang sudah dipertimbangkan dengan Pihak Pertama

  • Bersedia terikat secara hukum lewat undang-undang perdata dan asas perjanjian yang berlaku di Negara Republik Indonesia

 

Syarat Pembuatan SPK

gallery/kembali-ke-jasa-kontraktor